Jumat, 12 Mei 2017

Asal usul Kain Flanel

Flanel atau felt adalah jenis kain yang dibuat dari serat wol tanpa ditenun, dibuat dengan proses pemanasan dan penguapan sehingga menghasilkan kain dengan beragam tekstur dan jenis (tergantung bahan pembuatnya). Kain flanel mudah dijumpai di pasaran, dengan harga yang relatif terjangkau. Kain ini memiliki ketebalan dan tekstur yang beragam. Flanel adalah jenis kain tertua lebih tua dari kain tenun dan rajut. Di Turki, bekas penggunaan kain flanel yang ditemukan diperkirakan berasal dari tahun 6500 SM, jenis kain flanel terumit ditemukan dalam bentuk awetan di Siberia pada tahun 600 M.

Banyak kebudayaan memiliki legenda mengenai asal-usul pembuatan kain flanel. Legenda Sumeria mengklaim bahwa rahasia pembuatan kain flanel ditemukan oleh Urnamman Lagash. Kisah Santo Clement dan Saint Christopher menceritakan bahwa saat melarikan diri dari penganiayaan, para pria membalut sandal mereka dengan wol untuk mencegah lecet. Pada akhir perjalanannya,  mereka mendapati tekanan kaki yang terus menerus telah mengubah wol menjadi kain flanel.

Pembuatan kain flanel secara tradisional masih dipraktekkan oleh masyarakat nomaden (orang Altai) di Asia Tengah dan bagian utara Asia Timur (Mongol), di mana karpet, tenda dan pakaian dibuat secara tutun-temurun. Beberapa di antaranya adalah barang tradisional, seperti Yurt klasik (Gers), sementara yang lain dirancang untuk pasar wisata, seperti sandal hias. Di dunia Barat, kain flanel banyak digunakan sebagai media ekspresi dalam seni tekstil serta desain, di mana ia memiliki makna sebagai tekstil ekologis.

Secara umum terdapat 2 tipe kain flanel yaitu polos dan bercorak. Kain flanel yang polos hanya memiliki satu warna di seluruh bagiannya sementara kain flanel yang bercorak memiliki serat-serat dalam warna yang berbeda. Biasanya kain yang memiliki corak dihargai relatif lebih mahal. Ada pula kain flanel dengan jenis zephyr yaitu kain flanel dengan corak biasa, tetapi dicampuri bahan sutera di dalam bahan pembuat benang-benangnya.

Pada pertengahan abad 17 sampai 20, kain flanel atau felt dipergunakan untuk membuat topi bagi para pria. Semakin berkembangnya zaman, kegunaan kain flanel sangat beragam mulai dari industri otomotif, untuk alat musik, kerajinan tangan hingga konstruksi rumah. Dalam industri otomotif, misalnya, meredam getaran diantara panel interior dan juga mencegah kotoran masuk ke beberapa celah. Flanel digunakan pada bagian bawah mobil untuk melindungi bodi mobil.

Kain flanel juga bisa digunakan untuk membuat berbagai seni kerajian serta kreasi. Misalnya membuat buku cerita bergambar dari flanel  untuk anak-anak, boneka, membuat motif pada pakaian, tas, dompet, topi, souvenir atau tanda terimakasih yang dapat dijadikan buah tangan bagi para undangan pada berbagai acara yang diselenggarakan seperti pernikahan, ulang tahun dan perayaan wisuda.

Contoh kerajinan tangan yang dibuat Galeriea berbahan kain flanel adalah buket bunga dan souvenir. Buket bunga dan souvenir ini sangat cocok untuk hadiah ulang tahun, pernikahan, perayaan wisuda, atau moment spesial lainnya. Selain awet karena berbahan kain, buket bunga dan souvenir dari Galeriea juga banyak bentuk dan jenisnya. Di bawah ini merupakan produk-produk Galeriea.






Buat yang berminat order atau tanya-tanya mengenai produk Galeriea bisa cek Instagram: @galeriea11, di sana terdapat kontak yang bisa dihubungi. 

Sumber:
Koleksi Galeriea (Flower and Craft)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar